<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk RuangSempit's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ruangsempit.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangsempit.wordpress.com</link>
	<description>imajinasi objektif</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2009 14:45:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Sok Seksi oleh rob3y</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2009/01/29/sok-seksi/#comment-178</link>
		<dc:creator>rob3y</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 14:45:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=492#comment-178</guid>
		<description>dlm pendekonstruksian tabu, tdk ada mslah dgn msyarakat indonesia yang tmpaknya mengalami konflik eksistensi dan established essence didlam diri mereka (yg terlihat dari ketidaknyamanan mrk dlm memakai pakaian sexy). terlebih lagi essay diatas terlihat sbgai polisi moral bg msyarakat timur (indonesia)dgn cara menjustifikasi dekonstrutor dari barat dan memberikan komentar bernada sarkastik kepada orang timur yang mencoba untuk mengikuti praktek dekonstruksi tabu dari barat (mungkin komentar &quot;sok seksi&quot; adalah sebuah &quot;signifier&quot; dari ketidaksenangan kita, laki2 timur terhadap wanita timur yang mencoba untuk melawan konvensi dan tradisi yg telah disepakati)

tapi mungkin saja mereka hanya korban trend.Dan madonna, holly valance, britney dkk hanya merupakan komoditi (yg juga bisa dikategorikan sbgai korban)

tetapi laki2 jg bisa menjadi agen pendekonstruksian kode2 tubuh dan prilaku. bagaimana dengan Ron Jeremy (the legend of porn), seorang yg mengidap Hasepat dan Telapat (having sex sembarang tempat &amp; telanjang sembrng tempat,,,he3)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dlm pendekonstruksian tabu, tdk ada mslah dgn msyarakat indonesia yang tmpaknya mengalami konflik eksistensi dan established essence didlam diri mereka (yg terlihat dari ketidaknyamanan mrk dlm memakai pakaian sexy). terlebih lagi essay diatas terlihat sbgai polisi moral bg msyarakat timur (indonesia)dgn cara menjustifikasi dekonstrutor dari barat dan memberikan komentar bernada sarkastik kepada orang timur yang mencoba untuk mengikuti praktek dekonstruksi tabu dari barat (mungkin komentar &#8220;sok seksi&#8221; adalah sebuah &#8220;signifier&#8221; dari ketidaksenangan kita, laki2 timur terhadap wanita timur yang mencoba untuk melawan konvensi dan tradisi yg telah disepakati)</p>
<p>tapi mungkin saja mereka hanya korban trend.Dan madonna, holly valance, britney dkk hanya merupakan komoditi (yg juga bisa dikategorikan sbgai korban)</p>
<p>tetapi laki2 jg bisa menjadi agen pendekonstruksian kode2 tubuh dan prilaku. bagaimana dengan Ron Jeremy (the legend of porn), seorang yg mengidap Hasepat dan Telapat (having sex sembarang tempat &amp; telanjang sembrng tempat,,,he3)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menciptakan Ruang Sadar Sastra: Membangun Pola Pikir yang Kritis oleh aziz</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/08/14/menciptakan-ruang-sadar-sastra-membangun-pola-pikir-yang-kritis/#comment-174</link>
		<dc:creator>aziz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 01:28:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=201#comment-174</guid>
		<description>Sangat segaris bahwa pola pikir orang akan tercermin dari ekspresi kata yg dinyatakan, termasuk jua dari proses aktivitas nyata untuk menghasilkan kata itu sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat segaris bahwa pola pikir orang akan tercermin dari ekspresi kata yg dinyatakan, termasuk jua dari proses aktivitas nyata untuk menghasilkan kata itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sastra dan Kajian Budaya : Sebuah tantangan oleh DeWa ayu Moodz</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/03/16/sastra-dan-kajian-budaya-sebuah-tantangan/#comment-173</link>
		<dc:creator>DeWa ayu Moodz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 00:57:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/2008/03/16/sastra-dan-kajian-budaya-sebuah-tantangan/#comment-173</guid>
		<description>Kajian budaya versi Indonesia? Secara konseptual Kajian Budaya (Cultural Studies) itu mestinya sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kajian budaya versi Indonesia? Secara konseptual Kajian Budaya (Cultural Studies) itu mestinya sama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sastra yang &#8220;Bisu&#8221; oleh dul abdul rahman</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-169</link>
		<dc:creator>dul abdul rahman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 11:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-169</guid>
		<description>Sastra yang &quot;bisu&quot;? BIkin SUmpek? Ya itulah sastra populer selera rendahan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sastra yang &#8220;bisu&#8221;? BIkin SUmpek? Ya itulah sastra populer selera rendahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di RuangSempit oleh adx</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/about/#comment-167</link>
		<dc:creator>adx</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 07:36:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-167</guid>
		<description>udah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran neh, gak pernah ngapel...ingat gak seh???
ato pada amnesia ato imsomia.....ato lagi sekarat...?lagi sakaw tuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran neh, gak pernah ngapel&#8230;ingat gak seh???<br />
ato pada amnesia ato imsomia&#8230;..ato lagi sekarat&#8230;?lagi sakaw tuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di RuangSempit oleh arif</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/about/#comment-165</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 04:40:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-165</guid>
		<description>kawan-kawan, kapan kita pacaran lagi??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kawan-kawan, kapan kita pacaran lagi??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Semenanjung Pasir oleh madagumilang</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2009/02/27/semenanjung-pasir/#comment-164</link>
		<dc:creator>madagumilang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 08:18:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/2009/02/27/semenanjung-pasir/#comment-164</guid>
		<description>tapi takkan layu salam kenalku
kepadamu
meski gurun itu menunggu
kunjungan balasanmu

terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi takkan layu salam kenalku<br />
kepadamu<br />
meski gurun itu menunggu<br />
kunjungan balasanmu</p>
<p>terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sajak Sebelum Tidur oleh riosy</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2009/02/10/sajak-sebelum-tidur/#comment-163</link>
		<dc:creator>riosy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 13:29:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=508#comment-163</guid>
		<description>bagus ka...agiah taruihh...

tetapi sayang, kesederhanaan puisinya kurang membuat pembaca terperangah. jika lebih jeli keserhadaan metafora dan diksi bisa menjadi kekuatan yang luarbiasa..hehhee...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus ka&#8230;agiah taruihh&#8230;</p>
<p>tetapi sayang, kesederhanaan puisinya kurang membuat pembaca terperangah. jika lebih jeli keserhadaan metafora dan diksi bisa menjadi kekuatan yang luarbiasa..hehhee&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sok Seksi oleh fadli akbar</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2009/01/29/sok-seksi/#comment-162</link>
		<dc:creator>fadli akbar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 15:55:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=492#comment-162</guid>
		<description>hanya untuk sekedar mengatakan bahwa arah dan sasaran konsep pemikiran ini untuk mengajak manusia agar tidak mudah nyaman dengan keistimewaan yang dibuatkan untuknya.

menjadi laki-laki mungkin sebuah posisi yang nyaman bagi sebagian manusia. mungkin juga pada barat, kulit putih, orang pintar, dan mereka yang berada pada level pertama.

namun dengan memahami bahwa semua ini hanyalah sebagian hasil dari negosiasi peradaban dengan sepenggal sejarah yang diselewengkan, lalu kita dengan acapkali segera menganggapnya sebagai sebuah kesimpulan dalam mendeskripsikan arah dan pemikiran zaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hanya untuk sekedar mengatakan bahwa arah dan sasaran konsep pemikiran ini untuk mengajak manusia agar tidak mudah nyaman dengan keistimewaan yang dibuatkan untuknya.</p>
<p>menjadi laki-laki mungkin sebuah posisi yang nyaman bagi sebagian manusia. mungkin juga pada barat, kulit putih, orang pintar, dan mereka yang berada pada level pertama.</p>
<p>namun dengan memahami bahwa semua ini hanyalah sebagian hasil dari negosiasi peradaban dengan sepenggal sejarah yang diselewengkan, lalu kita dengan acapkali segera menganggapnya sebagai sebuah kesimpulan dalam mendeskripsikan arah dan pemikiran zaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sok Seksi oleh fadli akbar</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2009/01/29/sok-seksi/#comment-161</link>
		<dc:creator>fadli akbar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 15:46:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=492#comment-161</guid>
		<description>he..he

tulisan teman-teman semua tentang alienasi dan kaitannya dengan perempuan hanya menyibakkan kembali keraguanku pada seseatu yang bernama essensialisme. 

apakah perempuan itu ada karena sejatinya ia adalah perempuan? atau lebih karena identitas dan segala tingkahnya merupakan konstruksi atau buatan laki-laki?

ya...katakan saja ia seperti barat yang menggambarkan tentang timur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he..he</p>
<p>tulisan teman-teman semua tentang alienasi dan kaitannya dengan perempuan hanya menyibakkan kembali keraguanku pada seseatu yang bernama essensialisme. </p>
<p>apakah perempuan itu ada karena sejatinya ia adalah perempuan? atau lebih karena identitas dan segala tingkahnya merupakan konstruksi atau buatan laki-laki?</p>
<p>ya&#8230;katakan saja ia seperti barat yang menggambarkan tentang timur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
