Catatan yang Terekam


demokrasi1
Arif Rizki

Tahun 2009 adalah tahun yang penuh debar. Ruang-ruang publik dan ruang-ruang politik telah bercampur-baur dengan slogan-slogan, spanduk dan poster-poster para elit yang menawarkan berbagai macam tanda yang akhirnya mengarak-arak semuanya kepada sebuah isu simulakra politik yang menawarkan sebuah realitas dimana tanda dan cintra telah terdistorsi, tereduksi, menyimpang, terkikis, bergeser dan kabur dari realitas yang sebenarnya. Kita digiring masuk kedalam sebuah ruang yang penuh alibi, tak ada satupun tersangka di situ.

(lagi…)

dsc02084Kampus menjadi pilihan ruang kreatif untuk melaksanakan diskusi berbagai tema. Dari persoalan minat, intensitas peserta, dan beragam pembacaan terhadap ilmu pengatahuna, sains, dan budaya dihadirkan di kampus. Karena memang kalangan mahasiswa memang lebih banyak mempunyai waktu luang untuk hal-hal yang berbau diskusi.
Begitu juga dengan Diskusi Sastra Sumatra Barat (DSSB) yang diadakan di ruang sidang Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Negri Padang (UNP), Sabtu pekan yang lalu (3/1/2009). DSSB yang sudah masuk putaran ke-tiga dan Unit Kegiatan Kesenian UNP disepakati untuk memotori acara. Kegiatan yang berlangsung sekali tiga bulan tersebut sudah berlangsung sebelumnya di Komunitas Seni Intro Payakumbuh dan Fakultas Sastra Universitas Andalas.

Menurut Dela (27) anggota komunitas seni Intro sekaligus penitia perdana acara menjelaskan bahwasanya kampus telah menjadi sasaran titik tolak untuk melaksanakan kegiatan seperti ini, karena kampus merupakan pusat informasi global.
(lagi…)

Diskusi Sastra Sumatera Barat I dan II telah sukses dilaksanakan oleh Komunitas Seni Intro dan HMJ Sastra Indonesia Universitas Andalas. Untuk ketiga kalinya acara “Diskusi Sastra Sumatra Barat” dilaksanakan yaitu pada tanggal 3 Januari 2009 di Ruang Sidang PKM UNP. Kali ini Unit Kegiatan Kesenian Universitas Negeri Padang bekerjasama dengan Komunitas Ruangsempit menjadi tuan rumah acara dengan tema “Sastra Pop: Defenisi hingga Posisi dalam Kesusasteraan Indonesia”. Menghadirkan Fadli Akbar (kritikus sastra) sebagai pembicara dengan moderator Andika Destika Khagen (cerpenis). Dan sebagai pembukaan akan diisi dengan musikalisasi puisi oleh anggota Unit Kegiatan Kesenian.

Acara yang dilaksanakan setiap sekali dalam tiga bulan ini sekaligus merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan sastra di Indonesia umumnya dan Sumatera Barat khususnya.