
Arif Rizki
Tahun 2009 adalah tahun yang penuh debar. Ruang-ruang publik dan ruang-ruang politik telah bercampur-baur dengan slogan-slogan, spanduk dan poster-poster para elit yang menawarkan berbagai macam tanda yang akhirnya mengarak-arak semuanya kepada sebuah isu simulakra politik yang menawarkan sebuah realitas dimana tanda dan cintra telah terdistorsi, tereduksi, menyimpang, terkikis, bergeser dan kabur dari realitas yang sebenarnya. Kita digiring masuk kedalam sebuah ruang yang penuh alibi, tak ada satupun tersangka di situ.
Kampus menjadi pilihan ruang kreatif untuk melaksanakan diskusi berbagai tema. Dari persoalan minat, intensitas peserta, dan beragam pembacaan terhadap ilmu pengatahuna, sains, dan budaya dihadirkan di kampus. Karena memang kalangan mahasiswa memang lebih banyak mempunyai waktu luang untuk hal-hal yang berbau diskusi.