RuangSempit berawal dari ketidakpura-puraan. mencoba menjadi riak diantara ketenangan. tak cukup nada, irama, atau rasa membangun estetika. ruang sempit bermula dari keinginan. mimpi lobow pada dunia ketiga yang tereliminasi.adalah realita yang membangunkan kami dari ketidaktiduran. ketidaktiduran yang seharusnya terjaga. ketika terbangun dari ketidaksadaran, ah, ruang-ruang merapat dengan keinginan-keinginan, hari itu, kami baru saja memulai kutukan.menjalani hari-hari penuh kutukan mengingatkan kami pada cerita placebo. manipulasi, eroteri, hasrat, ataukah pemalsuan?dari setiap jejak langkah yang tak terhitung dengan pasti, kami melangkah pada hitungan yang tak kan berakhir. inilah ruangsempit dalam ketidaktenangan dan ketidakpura-puraannya.
Maret 18, 2008 at 5:24 am
ruangsempit kayaknya pernah denger deh…
Maret 20, 2008 at 9:15 am
What a good blog!
Salut akan kerja keras ruangsempit mengurai realita diatas kepura-puraan makna, mengumpulkan sedikit manusia yang benar-benar peduli akan manusia..
Keep this creativity and idealism.
N/B: I hope this blog is promoted well, so everyone could give more comments.
Maret 29, 2008 at 2:19 pm
salam sebagai perwakilan!
Ruangsempit mungkin saat ini lebih memfokuskan diri pada publikasi karya yang lebih bersifat internal.
tapi tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti kekurangajaran proses akan menkadikan blog ini semisal fasilitator buat teman-teman lain yang lain yang juga mau bercerita tentang manusia dan kehidupan, bahkan juga aktivitas manusia dan hidup itu sendiri. jadi kami akan menanti semua orang yang berani untuk meragu
salam!
Maret 31, 2008 at 12:15 pm
berani meragu ya?kalo berani untuk takut boleh gabung ga?mungkin saran untuk anak ruang sempit supaya lebih banyak lagi bermain-main dengan pakem sastra itu sendiri, wacananya jadi lebih realistis,kena,ancur,plotot, justru dengan kedinamisan berragu. sastra taman kanak-kanak jauh lebih bervariasi kan? puisi devyka keren punya tuh! ciumpeluk muah
April 4, 2008 at 6:17 pm
saya usul nama blog ini diganti saja
misalnya jadi: ruang sempit 2
atau ruang lega atau kadai da in. bagaimana?
saya percaya nama merupakan tahap awal pengenalan. betapa anehnya pemikiran kalian “RuangSempit berawal dari ketidakpura-puraan. mencoba menjadi riak diantara ketenangan. tak cukup nada, irama, atau rasa membangun estetika. ruang sempit bermula dari keinginan. mimpi lobow pada dunia ketiga yang tereliminasi.adalah realita yang membangunkan kami dari ketidaktiduran. ketidaktiduran yang seharusnya terjaga. ketika terbangun dari ketidaksadaran, ah, ruang-ruang merapat dengan keinginan-keinginan, hari itu, kami baru saja memulai kutukan.menjalani hari-hari penuh kutukan mengingatkan kami pada cerita placebo. manipulasi, eroteri, hasrat, ataukah pemalsuan?dari setiap jejak langkah yang tak terhitung dengan pasti, kami melangkah pada hitungan yang tak kan berakhir. inilah ruangsempit dalam ketidaktenangan dan ketidakpura-puraannya.”
tidak mau coba sesuatu yang lebih lapang saudara? atau mau saya pinjamkan tanah lapang?atau kalian cukup senang diruang sempit kalian?
salam
April 4, 2008 at 6:29 pm
oo..bisa tolong pinjamkan asbak saudara..saya sedang merokok
April 4, 2008 at 8:47 pm
maaf,
saya kira,
ruang sempit “terlalu”
ayo sederhana!
sederhana dalam kata
sederhana dalam berbahasa
salam
April 4, 2008 at 8:49 pm
maaf,
saya kira,
ruang sempit “terlalu”
ayo sederhana!
dalam kata
dalam bahasa
dalam…
salam
April 5, 2008 at 8:46 am
lebih baik blog ini di ganti nama jadi KADAI DA IN, atau dibakar saja! bagaimana mungkin sesuatu yang tidak menghargai dirinya dengan pantas akan memcipta estetika?semoga ruang sempit kalian ini cukup untuk membangun sesuatu yang kalian sebut ESTETIKA! oh ya, kalau saudara2 tertarik dengan sesuatu yang lebih lega saya bisa tolong carikan, agar kalian bisa berhenti berpura-pura.
salam
April 30, 2008 at 5:23 pm
kadai da In baru-baru ini telah digerebek karena terbukti melegalkan pemesuman…
ada alternatif kadai yang lain?
April 30, 2008 at 5:25 pm
akhirnya kami menmukan sendiri bahwa dunia sastra itu memang carut mnarut. seandainya saya pernah ke hutan amazon, mungkin gak jauh berbeda dengan sastra kita. RIO SY
April 30, 2008 at 5:25 pm
HIDUP RIO….
Cipaik
April 30, 2008 at 5:25 pm
Andika kok diam aja?
cipaik
April 30, 2008 at 5:26 pm
Arif, kamu dimana cinta?
temu penyair lima kota ya?
mau jadi penyair masa depan ya?
andika
April 30, 2008 at 5:28 pm
penyair itu apa ya? o ya, katanya sastra adalah salah satu jalan untuk mencari kebenaran. apa teman2 udah menemukannya? kalau udah lama di dunia sastra pasti sudah menemukannya. tapi kok masih suka carut marut?RIO SY
April 30, 2008 at 5:29 pm
aku mau jadi penyiar.
CIPAIK
Mei 2, 2008 at 1:32 pm
hahaha..para penyair dan sastrawan putus asa, silahkan datang ke Jangnana! Kadai da In disana diLegalkan lho
dan carut pun halal
Mei 2, 2008 at 3:53 pm
eh..di sini kok gak ada sampah ya?
Mei 13, 2008 at 9:03 pm
agiah taruih ruangsepiiitt…
hahahahahaiii..
Mei 13, 2008 at 9:04 pm
eh, kurang “m” nyo..
ulang liak:
agiah taruih ruangsepiiitt…
hahahahahaiii..
Mei 13, 2008 at 9:06 pm
eh, kurang lo baliak..
ulang lo liak:
agiah taruih ruangsempiiitt…
hahahahahaiii..
hehehe
Juni 15, 2008 at 11:05 am
sato galak ciek hahahahahahahah
Juni 15, 2008 at 1:42 pm
hahahahahahahahahaha
Juni 18, 2008 at 9:19 pm
26 Bangsawan Pagaruyung
Kopralcipaik,
itulah, jadi kopral juga. kepala terbentur terus,
habis napas karena disuruh berlari sepanjang hari.
hormat ke hormat saja kerja
makanya tak tahu apa-apa.
saya sarankan Kopral berhenti sajalah jadi Kopral.
membuat gaduh saja jadi kopral itu.
atau mau Sutan saya tawarkan kerja,
memberi makan dan minum kuda?
Juni 18, 2008 at 9:22 pm
oi…lai ado urang bagak di blog ko? nan pandai mangecek?
ado kopral lah…tapi pakak…
tu ha..datanglah ka blog rumahteduh…lah takuik yo?
tutuik se lah blog ko lai. kalau dak dikaluakan komentar awak ko, beerarti iyo sabana panakuik blog ko mah
Juni 18, 2008 at 9:25 pm
hoi..blog disikoo harap segera tutuik. karano indak cerdas lai do. blog apo ko. atau kami yang kamanutuik ????
SALAM
Khatulistiwa. UPI
Juni 18, 2008 at 10:17 pm
sekali lagi: jika blog anda tidak segera anda tutup, maka kami akan mengotak-atik blog anda.
ttd:
serikat hacker upi
Juni 18, 2008 at 10:21 pm
ruang sampik yang sampik, urangnyo paik-paik, utaknyo sampik, ancak pai ka rumah sakik, ubek utak nan sakik, atau….
kami tutuik blog nan indak cerdas, indak rancak, indak gaul mode iko.
akalu dak namuah ditutuik
ancak dibenahi.
khatulistiwa & kuliek bersatu
Juni 18, 2008 at 10:22 pm
RuangSempit berawal dari ketidakpura-puraan. mencoba menjadi riak diantara ketenangan. tak cukup nada, irama, atau rasa membangun estetika. ruang sempit bermula dari keinginan. mimpi lobow pada dunia ketiga yang tereliminasi.adalah realita yang membangunkan kami dari ketidaktiduran. ketidaktiduran yang seharusnya terjaga. ketika terbangun dari ketidaksadaran, ah, ruang-ruang merapat dengan keinginan-keinginan, hari itu, kami baru saja memulai kutukan.menjalani hari-hari penuh kutukan mengingatkan kami pada cerita placebo. manipulasi, eroteri, hasrat, ataukah pemalsuan?dari setiap jejak langkah yang tak terhitung dengan pasti, kami melangkah pada hitungan yang tak kan berakhir. inilah ruangsempit dalam ketidaktenangan dan ketidakpura-puraannya.
Juni 18, 2008 at 10:24 pm
itu nan diateh tu tulsian sia tu…
ondeh mande..yolah pakak bana lai
mangaku lo urang hebat, tapi engak. dak mangarati urang bodoh dek tulisan nyo ytu do..ma nan labiah bodoh. ruang sampik atau kambiang?
Juni 19, 2008 at 3:21 pm
kawan2 ambo ko kironyo sadang barasian mah.
pura2 rendah hati di lua kironyo sombong dak tabado
Juni 19, 2008 at 3:28 pm
biasanya anak kecil kalau siangnya dimarahi maka malam harinya akan banyak mengigau, karena banyak hasrat yang tidak tersalurkan.
beri tahu pada kami apa hasrat yang tidak tersalurkan itu bung bangsawan pagaruyung?
mudah-mudahan kami punya solusi untuk permasalahan psikologi anda!
Juni 19, 2008 at 3:31 pm
apa anda ingin kami berwacana?
jangan bilang ini cara terbaik anda untuk membuka ruang berdiskusi di blog ini. karena kamipun menemukan kebengalan anda di blog lain.
sampaikan pada kami kalau anda punya masalah.
terimakasih
Juni 20, 2008 at 9:31 am
Bangsawan paguruyung itu mestinya dulu sudah dibunuh raja pagaruyung. sejak istana terbakar, dia mengalami cacat mental. lihat saja, dia tidak bisa berbicara seperti orang pagaruyung lainnya. ah, kasihan sekali bangsawan ini
Juni 20, 2008 at 12:26 pm
ternyata orang seperti bangsawan pagaruyung itu masih ada!!!
Juni 22, 2008 at 3:51 am
oiii ruang sempittt
mending kalian sewa urang bagak untuak manjago Blog ko, ketua pemuda sadang kosong tu ha, pado marasai dek si azan jo bangsawan beko
Juni 30, 2008 at 3:31 pm
satu lagi komunitas lahir dari rahim-rahim yang tak beribu, mencoba menjenguk dunia dengan kata-kata yang sepertinya kalian sendiri tidak mengerti, untuk apa sekedar lahir hanya untuk tumbang. gue nggak abis pikir,,ade aje yang membikin kepala nggak tidur, mending kalian boboin kata-kata dengan plasenta yang kalian emban semenjak lahir, wajar aja kan kita menangis sewaktu lahir tapi nggak dengan kalian, malah menjadi bumerang tatkala komunitas yang “sempit” ini lahir. dan perang dengan komunitas lain kok malah jadi ruwet? anehkan!baru lahir udah ruwet,gimana besarnya nanti,??????????????????
Wassalammualaikum,wr.wb
NB: saya berdiri sendiri lho!
Juni 30, 2008 at 5:05 pm
salam tuan liang.
polemik tidak akan pernah berhenti sampai akhir zaman tuan liang, selama masih ada pihak yang tidak nyaman dengan keberadaan orang lain. hanya ada sedikit cara untuk menetralisirnya, yakni dengan menghargai proses yang sedang berjalan.
jangan katakan anda juga adalah orang-orang yang selalu merasa kalah atas kehadiran orang lain. sudah terlalu banyak manusia-manusia angkuh yang muncul diruang ini hanya untuk memproklamirkan kekalahannya.
yang kita butuhkan bukan umpatan atas kepesimisan.
sementara itu, bumerang adalah milik semua manusia. sadarilah itu. sekarang nikmatilah suguhan kami ini, bertanyalah jika anda ingin berdialektika.
kami lebih butuh itu.
Oktober 10, 2008 at 12:37 pm
saudara tercinta ku jaga dan ku bela. tak banyak yang bisa kita perbuat untuk bangsa maupun orang di sekeliling kita. dengan keadaan seperti ini, jangan terlalu meragukan seseorang dengan mutunya. tapi, pernahkah anda meragukan diri anda yang tengah berada dalam koar-koar kebisingan yang anda sendiri tidak menahu ttg itu….cumikaleeee….
November 11, 2008 at 2:25 pm
Whua……… ruang sempit…….
Apa gerangan? apa kabar? semoga makin sempit… whuehehe
Maret 26, 2009 at 4:40 am
kawan-kawan, kapan kita pacaran lagi??
Maret 30, 2009 at 7:36 am
udah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran neh, gak pernah ngapel…ingat gak seh???
ato pada amnesia ato imsomia…..ato lagi sekarat…?lagi sakaw tuh…