Oleh Novriandi Putra
Ku usap muka ini dengan pasir, gesir hingga desir berbisik,lalu kuraba dadamu dalam gerusan terik yang tak terusir.
Dan,Timbanglah kata-kata pada batu, lalu menjawab waktu
Khafilah kan terus berlalu pada gurun gurun pasir dan waktu yang membatu pada ujung kata-kata, yang luka pun membeku disetiap saku-saku yang terkulai layu
Februari 27, 2009 at 8:18 am
tapi takkan layu salam kenalku
kepadamu
meski gurun itu menunggu
kunjungan balasanmu
terimakasih