Selasa, Februari 10th, 2009


demokrasi1
Arif Rizki

Tahun 2009 adalah tahun yang penuh debar. Ruang-ruang publik dan ruang-ruang politik telah bercampur-baur dengan slogan-slogan, spanduk dan poster-poster para elit yang menawarkan berbagai macam tanda yang akhirnya mengarak-arak semuanya kepada sebuah isu simulakra politik yang menawarkan sebuah realitas dimana tanda dan cintra telah terdistorsi, tereduksi, menyimpang, terkikis, bergeser dan kabur dari realitas yang sebenarnya. Kita digiring masuk kedalam sebuah ruang yang penuh alibi, tak ada satupun tersangka di situ.

(lagi…)

oleh: Eka

waktu,
pejamkan mataku ketika
sudah tak ada lagi kata
yang perlu dibahasakan
ketika tak ada lagi bahasa
yang perlu diucapkan

waktu,
pejamkan mataku
ketika jarak antara kita
sudah tak jadi rahasia