ArifRizki

Di bukittinggi kuhitung pula jumlah kesepian yang dera mendera
Tapi aku merupa bentuk kesepian yang sempurna
Seumpama Jam Gadang yang mulai asing,
Aku menjumlah waktu sendiri dan terlunta
Lalu di kota gigil ini, setelah jemu menjumlah waktu
Kuingat tentang satu pintu;

(lagi…)