FadlyAkbar

Dalam perkembangannya, budaya pop ( baca juga sinema pop) adalah sebuah lahan yang dipenuhi kontroversi. Ia telah menuai perdebatan yang sengit terutama sekali jika dihubungkan dengan keberadaannya sebagai referensi akademis dan ilmiah. Karya pop lebih sering dianggap sebagai karya yang tidak layak diperbincangkan secara ilmiah karena tidak mengandung nilai-nilai ‘kekekalan’ seperti karya sastra berkelas. Bahkan Thomas J. Roberts menyebutnya sebagai junk, sesuatu yang bersifat sampah. Hal ini mungkin saja dipahami oleh Robert karena kebanyakan karya pop lebih bersifat dan berorientasikan menenangkan benak pembaca atau audiensnya. Ia lebih bersifat menghibur, memuaskan keinginan-keinginan pembaca atau audiens, dan bukan untuk membebani mereka dengan hal-hal yang serius.

(lagi…)