Posted by ruangsempit under
puisi [3] Comments

ArifRizky
selain malam, ada yang tak sempat ku lukis dari parasmu. hingga tak bisa ku urai yang berdiam di balik teduh tirus itu. waktu begitu tergesa-gesa. aku jatuh di tikung basah ketika tatapku melabuh matamu. sedang kau tengah berunggun di kepalamu sambil
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi Leave a Comment

ArifRizky
kubaca lagi tardji;
“akhirnya hurufku habislah sudah.
kata-kataku tak sebatas allah”
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi Leave a Comment

AriefRizky
di tanah yang lama tak disilau kemarau
berserak jenjang-jenjang tak sanggup dikaping
“jangan bergesa membakarnya” kata mamak
(lagi…)