Posted by ruangsempit under
essay Leave a Comment

Andika Destika Khagen
Muhammad Hatta pernah menuliskan tentang ciri utama penjajahan dalam Buletin Indonesia Merdeka “Di dalam negeri yang terjajah, hukum dan keadilan merupakan kata-kata kosong belaka, yang begitu sering diucapkan oleh pihak penjajah apabila mereka naik ke atas panggung internasional. Di balik layar mereka bersuara lain.”
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
cerpen 1 Comment

Rio SY
(Singgalang, 27 Juli 2008)
Tetapi, ia mencoba menghubung-hubungkan ingatannya dengan kehadirannya di tempat lain. Saat ini. Baiklah. Mungkin Anda berpendapat ia sedang memungut-munguti kenangannya. Mungkin setiap orang juga akan berpendapat sama. Benar, ada bagian yang benar-benar merentang luas di matanya.
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi [3] Comments

ArifRizky
selain malam, ada yang tak sempat ku lukis dari parasmu. hingga tak bisa ku urai yang berdiam di balik teduh tirus itu. waktu begitu tergesa-gesa. aku jatuh di tikung basah ketika tatapku melabuh matamu. sedang kau tengah berunggun di kepalamu sambil
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi Leave a Comment

ArifRizky
kubaca lagi tardji;
“akhirnya hurufku habislah sudah.
kata-kataku tak sebatas allah”
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi Leave a Comment

AriefRizky
di tanah yang lama tak disilau kemarau
berserak jenjang-jenjang tak sanggup dikaping
“jangan bergesa membakarnya” kata mamak
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi 1 Comment

AndikaDestikaKhagen
yang kita butuhkan sebenarnya hanya puisi. ruang ini terlalu kering dengan asap. tak memadai walau hujan tiap sebentar turun. kenapa harus kita pertemukan malam dengan bintang? bukankah ia hidup dengan dunianya sendiri?
(lagi…)
Posted by ruangsempit under
puisi Leave a Comment

AndikaDestikaKhagen
tak ada lagi tempat merebahkan diri melepas penat
kita terlalu sering mendengar suara deru mobil
gunjing televisi
tiap sebentar suara telefon
(lagi…)