<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sastra yang &#8220;Bisu&#8221;</title>
	<atom:link href="http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/</link>
	<description>imajinasi objektif</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2009 14:45:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: dul abdul rahman</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-169</link>
		<dc:creator>dul abdul rahman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 11:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-169</guid>
		<description>Sastra yang &quot;bisu&quot;? BIkin SUmpek? Ya itulah sastra populer selera rendahan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sastra yang &#8220;bisu&#8221;? BIkin SUmpek? Ya itulah sastra populer selera rendahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kawan ketua pemuda</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-41</link>
		<dc:creator>kawan ketua pemuda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 14:44:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-41</guid>
		<description>Kawan aden yang budiman

saya belum sanggup untuk memiliki sebuah blog(maaf), saat ini Gangster sangat meraja lela. tetapi saya berhubungan dekat dengan redaktur Blog Rumah Teduh(punya kamar baru di www.rumahteduh.multiply.com khusus untuk keperluan upload dan download musik), jadi saya selama ini numpang nge-blog disana saja, jikalau Kawan Aden ingin berbicara tentang musik atau apa pun, silahkan provokasi orang-orang di Blog RT, karena disana peperangannya sangat sexy. saya yakin dengan 1 komentar anda tentang musik(kalau bisa yang sedikit kontroversi) akan menciptakan perang besar. dan saya sarankan di wordpressnya, sebab lebih heterogen.

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kawan aden yang budiman</p>
<p>saya belum sanggup untuk memiliki sebuah blog(maaf), saat ini Gangster sangat meraja lela. tetapi saya berhubungan dekat dengan redaktur Blog Rumah Teduh(punya kamar baru di <a href="http://www.rumahteduh.multiply.com" rel="nofollow">http://www.rumahteduh.multiply.com</a> khusus untuk keperluan upload dan download musik), jadi saya selama ini numpang nge-blog disana saja, jikalau Kawan Aden ingin berbicara tentang musik atau apa pun, silahkan provokasi orang-orang di Blog RT, karena disana peperangannya sangat sexy. saya yakin dengan 1 komentar anda tentang musik(kalau bisa yang sedikit kontroversi) akan menciptakan perang besar. dan saya sarankan di wordpressnya, sebab lebih heterogen.</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aden arif</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-40</link>
		<dc:creator>aden arif</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 10:38:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-40</guid>
		<description>kepada ketua pemuda,

saya setuju sekali dengan pendapat anda bahwa penghargaan untuk/oleh sastrawan teramat buruk  di negri kita ini. 
ohya, apakah anda juga punya blog? sepertinya kami juga ingin bermain-main di blog anda yang mungkin saja seramai pasar malam. siapa tahu kita bisa bicara tentang Pink Floyd, the doors atau beatles disana..

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kepada ketua pemuda,</p>
<p>saya setuju sekali dengan pendapat anda bahwa penghargaan untuk/oleh sastrawan teramat buruk  di negri kita ini.<br />
ohya, apakah anda juga punya blog? sepertinya kami juga ingin bermain-main di blog anda yang mungkin saja seramai pasar malam. siapa tahu kita bisa bicara tentang Pink Floyd, the doors atau beatles disana..</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ketua pemuda</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-39</link>
		<dc:creator>ketua pemuda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 19:44:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-39</guid>
		<description>hahahah..akhirnya kawan-kawan ruang sempit angkat BICARA geto donk!!
masa blognya sepi kayak kuburan!
ayo bikin &quot;perang&quot;!
dengan senag hati akan saya sisihkan waktu saya yang banyak luangnya untuk hal menyenangkan seperti itu :)

kembali ke pokok bahasan hihih:
memang di Indonesia mungkin belum banyak(Bukannya Tidak ada) dan belum digarap serius. sementara untuk luar negri telah lama sastra bersanding dengan musik, bahkan dikancah ROCK. sehingga para penggemar musik yang tak pernah baca puisi sekalipun harus susah payah mencari novel satir George Orwell bahkan puisi2 dari era dinasti Tang di cina karena ketertarikannya akan band Pink Floyd(salah satu contoh). sehingga, selain sastra lisan yang terjaga dalam bentuk tulisan juga ikut terabadikan dalam rekaman audio yang dinikmati bukan hanya oleh &quot;orang2 sastra&quot;
nah, permasalahan di Indonesia, mungkin karena penghargaan akan sastra itulah yang kurang, baik penghargaan dari sastrawan itu sendiri maupun penghargaan dari masyarakatnya.terlepas dari keadaan sosiologi masyarakat dan pengaruh kapitalis yang sangat kuat di negri ini sehingga menimbulkan dampak yang sudah &quot;KRONIS&quot;

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahahah..akhirnya kawan-kawan ruang sempit angkat BICARA geto donk!!<br />
masa blognya sepi kayak kuburan!<br />
ayo bikin &#8220;perang&#8221;!<br />
dengan senag hati akan saya sisihkan waktu saya yang banyak luangnya untuk hal menyenangkan seperti itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kembali ke pokok bahasan hihih:<br />
memang di Indonesia mungkin belum banyak(Bukannya Tidak ada) dan belum digarap serius. sementara untuk luar negri telah lama sastra bersanding dengan musik, bahkan dikancah ROCK. sehingga para penggemar musik yang tak pernah baca puisi sekalipun harus susah payah mencari novel satir George Orwell bahkan puisi2 dari era dinasti Tang di cina karena ketertarikannya akan band Pink Floyd(salah satu contoh). sehingga, selain sastra lisan yang terjaga dalam bentuk tulisan juga ikut terabadikan dalam rekaman audio yang dinikmati bukan hanya oleh &#8220;orang2 sastra&#8221;<br />
nah, permasalahan di Indonesia, mungkin karena penghargaan akan sastra itulah yang kurang, baik penghargaan dari sastrawan itu sendiri maupun penghargaan dari masyarakatnya.terlepas dari keadaan sosiologi masyarakat dan pengaruh kapitalis yang sangat kuat di negri ini sehingga menimbulkan dampak yang sudah &#8220;KRONIS&#8221;</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aden</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-38</link>
		<dc:creator>aden</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:00:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-38</guid>
		<description>yth ketua pemuda.

saya salut dengan komentar anda yang lumayan kristis. saya kira kita perlu menyisihkan waktu untuk berdiskusi mengenai musik, teks sastra sekaligus sastra lisan..
besar harapan saya agar ketua pemuda yang lumayan kritis ini mengerti akan &#039;harapan&#039; yang ada dalam tulisan tersebut, bahwa sekiranya teks sastra khususnya puisi juga menjadi lahan label-label musik ternama. pernahkah saudara ketua pemuda membayangkan apabila puisi afrizal malna di jadikan ring back tone sebuah provider seluler? nah, yang diharapkan tulisan &quot;sastra yang &#039;bisu&#039;&quot; adalah itu. bukankah sastra juga sudah sudah diindustrisasikan, bila pengindustrisasian itu merambah ke lahan yang lebih luas kenapa tidak..

terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yth ketua pemuda.</p>
<p>saya salut dengan komentar anda yang lumayan kristis. saya kira kita perlu menyisihkan waktu untuk berdiskusi mengenai musik, teks sastra sekaligus sastra lisan..<br />
besar harapan saya agar ketua pemuda yang lumayan kritis ini mengerti akan &#8216;harapan&#8217; yang ada dalam tulisan tersebut, bahwa sekiranya teks sastra khususnya puisi juga menjadi lahan label-label musik ternama. pernahkah saudara ketua pemuda membayangkan apabila puisi afrizal malna di jadikan ring back tone sebuah provider seluler? nah, yang diharapkan tulisan &#8220;sastra yang &#8216;bisu&#8217;&#8221; adalah itu. bukankah sastra juga sudah sudah diindustrisasikan, bila pengindustrisasian itu merambah ke lahan yang lebih luas kenapa tidak..</p>
<p>terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ketua pemuda</title>
		<link>http://ruangsempit.wordpress.com/2008/04/11/sastra-yang-bisu/#comment-37</link>
		<dc:creator>ketua pemuda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 10:42:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangsempit.wordpress.com/?p=100#comment-37</guid>
		<description>kawan kawan ruang sempit yang jarang mendengarkan sastra dalam bentuk musik format cd dan kaset yang saya hormati.

mengingat pengertian sastra secara umum:  Hasil cipta manusia berupa tulisan maupun lisan, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas

mungkin kawan-kawan diruang sempit terlalu menyempitkan arti sastra sehingga muncul sebuah anggapan bahwasanya sastra dalam bentuk musik itu hanya puisi sapardi Djoko damono yang dibikinkan Chord, irama dan lagunya sehingga membentuk sesuatu yang kawan sebut MUSIKALISASI PUISI.

padahal, begitu banyak musik yang tak sekedar &quot;sampah&quot; lirik-liriknya! dan telah begitu DIAKUI dan mendunia peredarannya.(mengapa kawan-kawan diruang sempit tak pernah tahu?)

sebut saja Bjork, U2(contoh dari luar), PADI, iwan fals(contoh dari dalam negri), bahkan pantun dan dendang produksi Minang record! bukankah itu karya sastra? itu baru sebagian kecil Bung! Pernahkah kawan kawan ruang sempit menelaah lirik2 lagu U2 dari segi filosofi? lagu lagu Bjork yang penuh kritikan sosial tajam dan unik gaya bahasanya-bahkan dikatakan musik yang High Class. dendang amak amak yang bercerita tentang sejarah. bahkan band2 metal pun seakan tak ingin ketinggalan dalam  perhelatan sastra dibidang musik. sebut saja &quot;RAGe Against The Machine&quot;
yang lirik lirik lagunya bahkan menimbulkan semangat revolusi di KUBA.

jadi siapa bilang kalau sastra itu cuma tulisan? kawan-kawan ruang sempit sepertinya harus lebih banyak keluar kandang untuk melihat dan mendengar dunia lebih jelas!

sekian.
silahkan belajar menganalisa dengan baik sebelum membuat tulisan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kawan kawan ruang sempit yang jarang mendengarkan sastra dalam bentuk musik format cd dan kaset yang saya hormati.</p>
<p>mengingat pengertian sastra secara umum:  Hasil cipta manusia berupa tulisan maupun lisan, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas</p>
<p>mungkin kawan-kawan diruang sempit terlalu menyempitkan arti sastra sehingga muncul sebuah anggapan bahwasanya sastra dalam bentuk musik itu hanya puisi sapardi Djoko damono yang dibikinkan Chord, irama dan lagunya sehingga membentuk sesuatu yang kawan sebut MUSIKALISASI PUISI.</p>
<p>padahal, begitu banyak musik yang tak sekedar &#8220;sampah&#8221; lirik-liriknya! dan telah begitu DIAKUI dan mendunia peredarannya.(mengapa kawan-kawan diruang sempit tak pernah tahu?)</p>
<p>sebut saja Bjork, U2(contoh dari luar), PADI, iwan fals(contoh dari dalam negri), bahkan pantun dan dendang produksi Minang record! bukankah itu karya sastra? itu baru sebagian kecil Bung! Pernahkah kawan kawan ruang sempit menelaah lirik2 lagu U2 dari segi filosofi? lagu lagu Bjork yang penuh kritikan sosial tajam dan unik gaya bahasanya-bahkan dikatakan musik yang High Class. dendang amak amak yang bercerita tentang sejarah. bahkan band2 metal pun seakan tak ingin ketinggalan dalam  perhelatan sastra dibidang musik. sebut saja &#8220;RAGe Against The Machine&#8221;<br />
yang lirik lirik lagunya bahkan menimbulkan semangat revolusi di KUBA.</p>
<p>jadi siapa bilang kalau sastra itu cuma tulisan? kawan-kawan ruang sempit sepertinya harus lebih banyak keluar kandang untuk melihat dan mendengar dunia lebih jelas!</p>
<p>sekian.<br />
silahkan belajar menganalisa dengan baik sebelum membuat tulisan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
